Minggu, 04 Maret 2012

Kiat Esemka, Cikal Bakal Mobil Nasional (Tulisan 1)

Selama ini Indonesia menjadi Negara yang hanya masuk dalam kategori ‘pengguna’ dalam industri otomotif dunia. Mulai dari jajaran wakil rakyat, elit politik, pengusaha, sampai masyarakat kelas menengah ke atas menggunakan mobil buatan luar. Bahkan khusus untuk para wakil rakyat, pemenuhan kebutuhan mobil mewah sebagai alat transportasi sampai membebani anggaran Negara. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal Negara kita ini memiliki kekayaan alam yang melimpah dan SDM yang super unggul. Tidak sedikit anak-anak Indonesia yang memiliki tingkat kecerdasan setara Einstein dengan IQ rata-rata di atas 150, ditambah fakta bahwa banyak putra-putri terbaik Indonesia berada di pusat sains dan teknologi terunggul di dunia. Ternyata SDA & SDM yang mumpuni belum cukup bagi Indonesia untuk bersaing dalam industri otomotif dunia, keterbatasan fasilitas dalam memproduksi komponen inti serta suku cadang lainnya dianggap masih menjadi faktor penghambat. Namun, saat ini industri otomotif di Indonesia tengah menggeliat seiring lahirnya calon mobil nasional Kiat Esemka.

Mobil Kiat Esemka merupakan mobil nasional yang dibuat oleh para siswa SMK Surakarta. Nama Kiat Esemka merupakan gabungan nama Sukiyat (biasa dipanggil Kiat) dan SMK yang ditulis dengan Esemka. Sukiyat adalah pemilik ide, sedangkan siswa SMK menjadi perakitnya. Mobil Kiat Esemka memiliki kualitas tidak kalah dengan mobil produksi pabrik. Mobil ini telah melalui proses test drive dengan jarak Jakarta-Surabaya. Bahan bakarnya premium dengan perbandingan 1 liter : 12 kilometer, sedangkan isi silinder 1.500 cc. Untuk harga, Kiat Esemka jauh lebih terjangkau jika dibanding mobil keluaran pabrik. Satu unit Kiat Esemka hanya dibanderol Rp 95 juta. Demam mobil Kiat Esemka mulai menyebar ketika Walikota Solo Joko Widodo menggunakan mobil ini sebagai kendaraan dinasnya, setelah itu berbagai pemberitaan dari media massa ikut mempromosikan calon mobil nasional ini. Saat ini mobil Kiat Esemka sedang menjalani serangkain tes uji kelayakan sebagai syarat untuk penggunaan secara resmi dan produksi massal. Jika telah lolos tes uji kelayakan dan beberapa protokoler, maka mobil Kiat Esemka dapat diproduksi secara massal. Dan ini merupakan awal yang baik bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia untuk ke depannya.

Kemunculan mobil Kiat Esemka seolah menjadi titik balik bagi perkembangan industri otomotif Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia juga mampu memproduksi mobil nasional dengan kualitas yang tidak kalah dengan mobil produksi luar. Peristiwa ini sekaligus telah menghapus anggapan miring selama ini, bahwa Indonesia masih belum mampu untuk memproduksi sendiri mobil nasionalnya. Kini, yang kita harapkan bersama adalah keseriusan pemerintah dalam menindak lanjuti semua hasil karya putra-putri bangsa. Karena masyarakat Indonesia sudah sangat rindu untuk menggunakan mobil nasional yang murni hasil karya anak bangsa. Semoga Indonesia dapat merealisasikannya dan kelak mampu bersaing di industri otomotif dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamualaikum Wr.Wb...Welcome to My Zone^^